Filosofi Agung Petak 64

Posted on Updated on


petak-64Membaca salah satu buku catur “Taktik Jitu Babak Tengah” karangan Mr. Suwaji terbitan “Terbit Terang” Surabaya, kutemukan satu artikel menarik, lebih tepatnya opini tentang “keindahan” permainan petak 64 yang disebut orang, Catur, yang dilihat dalam cara pandang sisi filosofi. 

 

Ini kutipannya :

 

 

Catur adalah lukisan sebuah kontes, peperangan tak berdarah, sebuah gambaran, tidak hanya operasi militer sesungguhnya, tetapi perang yang lebih besar dimana setiap insan di bumi, dari ayunan hingga ke liang lahat, terus berjuang dalam hidupnya.

 

Kebaikannya laksana pasir di Gurun Sahara yang tak terhingga jumlahnya. Catur menyembuhkan jiwa yang sakit dan memberi terapi agar menjadi sehat. Catur juga tempat istirahat bagi intelek yang kelebihan kerja. dan memberikan rasa santai bagi badan yang lelah. Catur mengurangi kesedihan bagi jiwa yang murung, dan menambah kebahagiaan bagi yang lagi bersuka cita. Catur juga mengajari orang marah untuk mengendalikan emosinya, jiwa “cengengesan” menjadi serius, penakut menjadi gagah berani, ceroboh menjadi lebih hati-hati. Ia memberi rona keceriaan pada pemuda, kebahagiaan yang penuh wibawa terhadap kemanusiaan, dan pelipur lara bagi yang berumur tua. Catur merayu si miskin agar tak selalu ingat kemiskinannya, yang kaya agar tidak ceroboh dengan kekayaannya.

 

Catur mengingatkan raja agar mencintai dan menghormati rakyatnya, dan menyuruh rakyatnya agar patuh dan tunduk pada rajanya. Ia menunjukkan bagaimana orang rendahan, dengan kerja dan usaha keras bisa menduduki posisi yang mulia, dan raja yang kikir dan sombong, yang memelihara watak jelek dan menyalahgunakan jabatan bisa tersungkur dari kursi keagungannya.

 

Catur merupakan hiburan dan sebuah karya seni, olahraga serta ilmu. Yang terpelajar dan yang kurang terdidik, yang tinggi dan yang rendah, yang kuat dan yang lemah, mengakui kemolekannya, terpana akan bujukannya. Mula-mula kita belajar untuk menyukainya, tetapi setelah dekat keindahannya mulai bertambah, dan saat ia mulai mengurai pelajarannya, semangat semakin kuat, dan kecintaan kita semakin lekat.

 

 

 

This is one of an answer, why I love this game…

Gens Una Sumus = Kita Satu Keluarga

4 thoughts on “Filosofi Agung Petak 64

    Pak Kidhal said:
    11 Februari 2009 pukul 5:18 pm

    Jujur saja Mas Didik, ini sebuah referensi baru untuk saya. Makasih ya, Mas. Menarik sekali, mau saya download boleh ya?

    didiksalambanu responded:
    12 Februari 2009 pukul 1:26 am

    Plz feel free (monggo sakkerso) Pak Kid.
    Mungkin darah pecatur saya nurun dari Bapak (Priyo) Pak Kid. Dulu kl menjalin kedekatan sama Bapak, mengisi waktu luang, mencari hiburan, sekaligus mengasah otak ya dengan sarana permainan catur.
    Jelek-jelek gini pernah memperkuat tim catur UGM lho Pak.
    Hehehe…malah memuji diri sendiri.

    Heri Darmanto said:
    3 Februari 2010 pukul 12:04 pm

    Secara obyektif CATUR bisa dilihat dengan 2 kaca mata:

    1. Kaca Mata Putih (Keuntungan Bermain Catur)
    Baca di :

    http://komputercatur.blogspot.com/2008/05/nilai-nilai-positif-yang-terkandung.html

    2. Kaca Mata Hitam (Kelemahan Bermain Catur)
    Baca di :

    http://komputercatur.blogspot.com/2008/02/sisi-sisi-negatif-permainan-catur.html

    Salam,
    Heri Darmanto, S.Kom., MN

    didiksalambanu responded:
    10 Februari 2010 pukul 11:14 am

    Terima kasih atas referensi tambahannya Mas Heri.

    Wah, kapan-kapan kita bisa maen catur online nih Mas?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s