B 7583 IW, Pria Single Meminang Sang Waktu (1)

Posted on


“Mbak, pesen tiket buat hari Kamis nanti!”
“Eksekutif , VIP atau ekonomi Mas?”
“Eksekutif tujuan Blora Mbak”
“Untuk eksekutif tinggal bis cadangan Mas”

Duh…duh…baru hari Selasa seat bis utama sudah ludes. Ternyata gairah mudik kaum urban tak hanya di saat idul fitri, namun juga menjelang perayaan lebaran haji. Pelampiasan kangen “terbang” kembali bersama armada nomor wahid Garuda Mas (GM) setelah tiga bulan off duty pun kandas. Hasrat diri untuk merasai pijatan robotical massage chair terpaksa dibendung dulu.

Tiba-tiba aku teringat akan sesuatu,

“Mbak, armada cadangannya 82 apa 83?”
“Satu di antaranya nanti yang jalan, Mas”
“Ya sudah Mbak, saya ambil satu. Berapa Mbak tiketnya ?”
“Seratus delapan puluh Mas…”

“How come Garuda, terakhir tiketnya ‘hanya’ Rp.165.000,00…”, curhat batinku

Namun, tanpa pikir panjang, kuputuskan tetap naik Garuda Mas, meski jauh dari angan-angan semula. Tak terbesit niat naik bis lain. Upping price tiket harus dimaklumi. Yang penting terangkut. Dan dalih selanjutnya, berangkatnya tak terlalu sore sebagai langkah antisipatif molornya waktu tempuh mengingat bahaya laten pantura yang berjuluk ‘perbaikan jalan’ akhir-akhir ini mengganas kembali. Waktu sholat id pada Jumat pagi harus bisa kukejar. Tak lengkap rasanya, sebagai seorang muslim berhalangan absen di antara dua sholat hari raya. Betapa kebahagiaan itu memenuhi rongga dada, saat kami sekeluarga melangkahkan kaki bersama menuju tempat peribadatan yang tak jauh dari rumah. Setumpuk mimpi kugantungkan pada armada ‘Green Force’ ini nanti.

Dan di satu sisi sebelahnya, setitik asa untuk bernostalgia dengan B 7582 IW datang membayang. Impressed bus, bis yang pernah menghadirkan pesona dan kenangan dalam satu perjalanan ‘wisata profesi’ku. Semoga armada itu yang ditugaskan, harapku yang lain.

Kamis sore nan muram. Serpihan-serpihan awan berjalan berarak, lalu berkumpul dan bersatu membangun mendung gelap di langit Pulogadung, sebagai early warning system bahwa milyaran titik air akan segera turun membumi. Bergegas kupercepat langkah menyusuri jalan raya Pulogadung-Bekasi, setelah turun dari armada gubuk reyot, Mayasari Bhakti P-51. Satu persatu garasi bis kelewati, Muncul, Kramat Djati dan Dewi Sri. Bis-bis Soloensis yang rutin pajang tubuh di sepanjang jalan ini menghilang. Pasti sore ini tak perlu pakai acara ngetem berlama-lama, para calon penumpanglah yang memburu armada.

Tiba di pool Garuda Mas, ramai kerumunan para penumpang menanti bis yang akan membawa mereka pulang. Armada impianku, E 7527 HA beserta pilotnya, Pak Alan, sudah siap di jalur pemberangkatan. So sorry, I cann’t catch you now…

“Mas, bisnya ada di belakang. Sebentar lagi berangkat”, saat kusodorkan secarik tiket yang aku tebus kemarin. Kulirik ujung jari Mbak Wiwid yang sedang menuliskan nomor armada. 7583…

Ah, ternyata bis bantuan yang ditunjuk B 7583 IW. Meleset dari perkiraanku. Bye, bye 7582, it’s my bad day…

Suasana di ruang belakang pun tak kalah ramai. Bukan hanya oleh riuhnya penumpang, tapi kesibukan para tukang bangunan me-rehab pool yang selama ini bertipe PSS. Pool Sangat Sederhana. Wajar saja kalau kondisinya masih berantakan, material numpuk di sana sini, puing-puing tembok berserakan, karena renovasi still in progress.

Kutelisik setiap sisi…

Wow…hanggar yang dari luar terkesan sempit, ternyata lapang di bagian dalam. Site plan meniru konsep bandar udara, di mana lounge bagi penumpang nantinya ada di lantai atas, sedang parkir bis di lantai dasar. Layaknya etalase, nantinya penumpang dengan mudah memandang ‘gudang amunisi’ Garuda Mas. Satu isyarat jelas tertangkap, bahwa Garuda Mas semakin memanjakan penumpang, dengan menyediakan fasilitas “terminal mini” milik sendiri.

Bis B 7583 IW sudah siap sedia di jalur, “adu muka” dengan dengan armada terbaru Garuda Mas, Hino RK8 berbaju New Travego terbaru dari Adi Putro.

“Kepada para penumpang Garuda Mas 7660, jurusan Gemolong-Sragen-Solo, harap menuju bisnya, karena armada akan segera diberangkatkan…”, teriak corong pengeras suara berulang-ulang.

Lho, Marcopolo ini masuk Solo tho? Ck…ck…ck…semakin menggila kemajuan PO penguasa jalur Purwodadi-Blora ini.

Di sisi ruang maintenance, terdapat tiga bis yang sedang rawat inap. Semuanya berkelas ekonomi.

Dan saat sudut mata menyapu pojok ruangan…

It’s great…terlihat armada B 7582 IW standby, jadi pengangguran sekarang. Sayang memang, di usia produktif, Mercy OH 1525 tidak punya pekerjaan tetap. Goresan luka akibat tersayat ‘cinta’ seakan terukir abadi di lambung kanannya. Tapi tiada mengapa tidak mencumbunya kali ini, ketemu pandang dengannya sudah cukup meluruhkan rindu dendamku.

Inilah armada 82, yang hingga kini aura keramatnya masih bisa kurasa. Kepak-kepak sayapnya nan perkasa menerbangkan satu miniatur Jupiter Tentrem Shantika made in Niki Kayoe dari Panitia Lomba Caper BMC, yang kini hinggap dan nangkring di rak mainan anakku. Hehehe…

5 thoughts on “B 7583 IW, Pria Single Meminang Sang Waktu (1)

    afrizal firmansyah said:
    13 Februari 2010 pukul 12:06 pm

    mas,gimana caranya gabung bismania?saya pengen banget jadi anggota bismania,soalnya saya penggila bis sejak kecil.ini no.hp saya:085740821222.
    saya juga penggemar garuda mas lho!apalagi sama yang 7937,9527,7491,7492,7400,7401,7660,7661 yang bermodel new marcopolo dari adiputro.

    didiksalambanu responded:
    15 Februari 2010 pukul 7:27 am

    Mas Afrizal…

    Mas bisa gabung di milis bismania@yahoogroups. tinggal perkenalkan diri dan nanti submit form pendaftaran. Di sana, ada beberapa member Garuda Mas Mania lho…

    Sebagai official resmi bismania, Mas Afrizal bisa mengklik http://www.bismania.org

    Saya tunggu untuk bergabung ya…

    regards,

    didik edhi

    eko wahyudianto said:
    7 Maret 2010 pukul 12:39 am

    semenjak ga lagi di kantor tangerang dan pindah rumah dari wirosari ke purwodadi, saya dah jarang lagi menjalani rute wirosari-poris tiap 2 minggu sekali. sekarang rute saya pwdd-kalideres dengan armada GM Mercy New Marcopollo B7400WB-B7401WB bus I dari Pwdd. selama 2007 yang menjalani rute tsb 80% bis GM yg beroperasi E7660HB-E7661HB dengan driver paling banyak cak saleho dan bang samino. tetapi pada sore 26 Nov 2009 yang esoknya idul adha maka perjalanan dari jakarta pol pulogadung jam 3 agar kesokan harinya dapat menjalani sholat ied, pada saat itu juga menggunakan E7660HB yang berbeda dari sebelumnya. yang dulunya putih dengan karoseri RS sore itu berubah total menjadi karoseri adiputro dengan model new marcopollo. wah mantap nian renovasinya PO GM.
    kapan ada rute pwdd-jakarta untuk keberangkatan paginya?

    didiksalambanu responded:
    8 Maret 2010 pukul 6:17 pm

    Sepertinya belum ada bus pagi arah Jakarta dari daerah timur Jateng Mas.

    Kalau berencana berangkat pagi, ya mesti estafet.🙂

    JOKO PS,MINGGU said:
    1 Agustus 2011 pukul 9:14 am

    selama saya menikmati garuda mas dari kls ekonomi sampai executive….benar2 tdk menggecewakan,tp sayang armada2 nya yhg di lebak bulus jlas beda sama yg di pulogadung….sukse trus GM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s