Mabuk Kemenangan (4)

Posted on Updated on


Sabtu, 8 Maret 2014

Alas Roban, 00.02

Saat duduk sebagai penumpang bus, bagiku, menyeberangi alas Roban adalah momen krusial saat menjelajahi sisi utara Pulau Jawa. Di sini, performa sesungguhnya dari para pemain Liga Premiere Pantura dapat diukur.

Faktor skill, insting, kejelian membaca situasi, serta jam terbang pengemudi amatlah strike untuk  untuk menahbiskan siapa sesungguhnya yang paling lihai menaklukkan rute berat yang dikontruksikan oleh Alas Roban. Tak cukup hanya berpatokan kekuatan mesin ber-cc besar semata.

Tiga bus yang sempat tidak terlacak rimbanya tahu-tahu sudah kembali memimpin. Berturut-turut dari belakang ke depan, Garuda Mas, B 7383 IZ, Sindoro Satria Mas, 223, dan Gunung Harta, DK 9131 GH.

Tak pelak, laga antar keempat kontestan memasuki episode-episode seru di zona Tulis – Banyu Putih. Pressing ketat yang diperagakan Kemenangan membikin Garuda Mas kelimpungan. Idem ditto pula dengan Sindoro Satria Mas berpakaian New Sprinter yang sukses menggondol gelar sebagai yang terdepan dari cengkeraman Gunung Harta koridor Jakarta – Ponorogo.

Perbedaan poin antara Kemenangan dengan Gunung Harta kian melebar terganjal gerak lambat truk-truk yang kepayahan mendaki tanjakan Clapar, Subah. Usaha tak kenal capai untuk memburunya akhirnya gagal total lantaran rumah makan Alam Sari 2 menyabdanya untuk menepi.

IMG_2666

Banyu Putih, 01.10

Setelah hampir ¾ jam secara bergantian ditemani oleh pool matenya, PO Kemenangan, Legacy Sky, AG 7219 UN, yang sedang heading to Jakarta, Madjoe Utama dengan kode pintu 222, serta Zentrum MK, TZ16, Kemenangan pun melepas tali tambatnya dari pelataran rumah makan yang dulu bernama Sabana Jaya.

IMG_2665

DSC_0791

IMG_2663

Lingkar kemudi telah berpindah pemilik. Separuh perjalanan telah ditempuhi. Dan kini, jalur warisan kompeni menanti.

Mengandalkan kepekaan naluri serta ilmu titen membaca sorot lampu kendaraan lain, the real Roban itu dengan tangan dingin berhasil dijinakkan. Belasan truk-truk bukanlah onak berarti saat PO Kemenangan meneguhkan dominasinya melahap special stage yang berkelak-kelok serta menurun tajam di  bibir jurang yang menyabuki trek Poncowati. Tak sampai lima menit masa yang dibutuhkan untuk merekatkan pangkal dan ujung tanjakan yang lebih dikenal dengan sebutan Plelen lama ini.

Dari Pertigaan Kota Sari, Gringsing, hingga Patebon, bus non air suspension ini terperangkap dalam pusaran persaingan dengan Langsung Jaya “Pandan Arum”. Sempat dua kali saling bertukar posisi, sebelum “gerobak Jepang” dengan roket pendorong jenis AK174LA itu melempar handuk putih.

Kali Bodri, 01.55

Jejak kemenangan kembali dipahat di jalan arteri Kota Kendal. Dengan puing-puing agresivitas yang masih mampu diorbitkan, derap bodi Genesia karya New Armada yang membingkai GMS, mampu dihempaskan. Perlakuan yang sama juga dialamatkan pada Fire Fox Palur, nomor lambung 396, serta Sindoro Satria Mas, 223.

Lingkar Kaliwungu kini menghamparkan “ring tinju” untuk sekali lagi menjajal peruntungan berduel dengan salah satu pemain Ngembal Kulon United.

The Joker, yang kemarin siang di Pulo Gadung menempati pole position di depannya, kini terlihat terang.

DSC_0756

Peluru pertama nyaris saja berbuah skor, namun saat side by side, Red Titans itu malah mengungkit kecepatannya.

Satu dari big three penguasa Pulau Garam itu rupanya tak mau dipermalukan tim new entry. “Follow me if you cor !!!” begitu sesumbarnya. (cor solar, maksudku…)

Lagi-lagi, intersep kedua yang tinggal menyisakan ¼ bodi lagi untuk menyalipnya terbentur kendaraan kecil yang melaju pelan di sisi kiri.

Lewat open play niscaya bakal susah untuk jadi juara, maka “taktik culas” pun diaplikasikan. Melihat HR64 tunduk traktat untuk mencoret absensi kehadiran di Terminal Mangkang, PO Kemenangan pasang kuda-kuda untuk langsung melenggang. Dan kenalakannya pun terendus petugas jaga di pinggir jalan dan seketika diberhentikan. Mau tak mau, upeti yang dibayarkan dilipatduakan agar tak kena semprot.

Kudus, 03.20

Mendadak, aku terbangun.

Rupanya, antara Krapyak hingga Tanggulangin aku nyilem di dasar mimpi. Rasanya, baru kali ini aku menikmati perjalanan bus malam dengan jam tidur paling larut. Jam dua dinihari baru bisa merem.

Entahlah, apa ini yang dimaksud dengan makna kiasan dari label “Mabuk Kemenangan”? Ataukah scene-scene yang terpanggungkan di atas venue Pantura begitu menggoda adrenalin dan mendidihkan gejolak darah muda?

Sementara itu, di depan Terminal Jati, nongol kembali si “antagonis”, musuh batman,  The Joker. Kereta kencana beregistrasi B 7038 VGA itu mencuri kembali supremasi yang susah payah dibangun PO Kemenangan.

Namun, harapan akan hadirnya kembali pertandingan ulang dengannya karam terwujud. Bus berjantung pacu 7.7 liter itu mengarahkan moncongnya ke perempatan Kencing, sementara bus yang mempercayakan Aldilla untuk urusan singgasana para penumpang ini menentukan arah pelayarannya sendiri menuju Pati via ring road.

DSC_0746

Wuss…

Ritme mata yang naik turun terkantuk-kantuk seketika buyar, ketika Pahala Kencana, B 7905 IZ, melakukan revenge di daerah Widorokandang, Pati. Sepertinya, yang mengendalikan kokpit sudah berganti, tidak sama ketika PO Kemenangan mengalahkannya beberapa saat yang lalu. Kini, bus jurusan Jember I itu show off aura kelincahannya, tanpa kompromi membabat satu persatu gerandong-gerangdong jalanan, dan akhirnya dalam sekejap sirna dari pandangan. Sementara, aku hanya bisa menggeleng-geleng sembari lirih memujinya, “Dasar kentir…

Rembang, 04.44

“Terima kasih ya, Pak!” kalimat thanks giving aku sanjungkan kepada para kru, saat bersiaga turun di seberang Kantor Polantas Polres Rembang.

Hampir 15 jam untuk menempuhi rute Pulogadung-Rembang, sejauh 550 km. Not bad …dengan kondisi jalan Pantura yang satu per dua-nya yang amburadul, dengan dua kali istirahat makan dengan akumulasi waktu hampir dua jam, dan dengan dua kali masa kerja shift penggantian kursi tiap pengemudi.

Aku tinggalkan doa, semoga Kemenangan kuasa mematahkan pemeo lama bahwa bus dari gugus Jatim acap kesulitan untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Mereka berulang kali hanya jadi sub ordinat dan dipandang inferior atas bus-bus berpelat “B”, bila menggarap dunia malam lintas provinsi. Dan semoga pula, PO dengan jingle “the best choice to travel” ini mampu berguru pada PO Harapan Jaya atas kisah pencapaiannya berupa hegemoni hakiki atas tanah Wilis Raya.

DSC_0747

*****

Sebenarnya, apa sih korelasi judul “Mabuk Kemenangan” secara harfiah dengan ending cerita? Toh, secara track record, PO Kemenangan tampil biasa-biasa saja, tak layak disebut pemenang. Prestasinya pun pasang surut, angin-anginan. Kadang tampil perkasa, namun sebaliknya, kerapkali pula jadi bulan-bulanan kawan-kawan sejawatnya. Kurang pantas andai “acara wisudanya” dirayakan secara euphoria, dengan “bermabuk-mabukkan” hingga lupa daratan.

Hmm…masih ingatkah akan sosok laki-laki yang meminta izin kepada kru untuk jeda sejenak lantaran ada  keperluan mencari obat di daerah Patrol?

Rupanya, ia tengah pusing tujuh keliling direpotkan oleh pasangannya yang didera siksa mabuk perjalanan. Dari awal berangkat hingga aku dari tercungkil dari takhta satu malam, istrinya dibekap mabuk darat nan amat akut serta masif. Puluhan kali terlontar erangan sumbang keluar dari mulut, terdorong desakan rasa mual untuk memuntahkan isi lambung. Dan kendala minor ini membuat nuansa happy journey penumpang lain berubah menjadi jijik, illfeel dan tidak nyaman.

Bukan maksud mencela atapun merendahkan martabat perempuan itu. Toh nyatanya, dialah yang menjadi sebab turunnya inspirasi bagiku untuk memparaf judul “Mabuk Kemenangan” dalam tulisan kali ini. Karena sejatinya, wanita muda itulah yang punya sangkut-paut dan relevansi erat dengan idiom  “Mabuk (di dalam) (PO) Kemenangan” dalam artian yang sesungguhnya.

IMG_2661

 -rampung-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s