Go [Green] Show (4)

Posted on Updated on


04.59

“What!? Demak!?” terperanjat aku dibuatnya, “Ck…ck…ck…3 ½ jam untuk 40 km!?”

Torehan mentereng koleganya, Golden Dragon N 7577 UA rikolo semono, touch down @ 03.30 am di Rembang kala aku melakoni trip perdana  flight Jakarta – Malang, bakal tetap invincible.

IMG00805-20130531-1621

IMG00800-20130531-1618(rev)Memang luar biasa silang sengkarut stadium empat yang mendera kawasan Semarang Barat dinihari tadi. Angan-anganku untuk melontarkan ucapan salam “Selamat subuh, my beloved city!” menguap tak berkesan.

Di luar layar bening, begitu over confident-nya dua anggota “VGA Gank”, HR 99 dan HR 113 melakukan lari pagi. Berdua akur berkejar-kejaran, head to head, ngacir lintang-pukang, mengeksploitasi seluruh potensi tenaga kuda yang dipunya. Barangkali, tiada seteru sepadan, sehingga kerabatnya sendiri  dijadikan sparing partner. Hehe…

Rekayasa lalu-lintas agar truk dan bus mengarah ke dalam kota diterapkan Dinas Perhubungan dan Kepolisian Resor Kudus. Peninggian badan Jalan R Agil Kusumadya tahap II dan perbaikan drainase membuat jalan di depan Terminal Jati hanya berfungsi separuh.

Armada ber-livery grafity tri-warna; merah-kuning-biru ini menyejajari PO Widji Lestari S 7064 UJ racikan body builder Langgeng Jaya selama menempuhi rute antara perempatan Kencing hingga pertigaan Gendok, dalam upayanya mencapai jalan lingkar kota kretek.

Bias cahaya mentari menghangati lengkung cakrawala yang mempersatukan alam lentog dan alam pesantenan. Ratusan buruh pabrik rokok yang hendak berangkat beraktifitas, riuh menyemut.

Grade determinasi pun drop, nyungsep, karena terbitnya matahari adalah isyarat penanda bahwa jam malam buat “bus Jakarta-an” telah paripurna. Kru on board pun lebih memilih outer ringroad sebagai dewa penolong untuk menghindar dari keramaian pusat Kota Pati.

Mahkota Putri Sejati S 7218 UN, angkutan wisata dari Mojokerto, melorot satu trap saat di-kick rangkingnya tepat di atas Jembatan Kali Juwana.

Sekali lagi, bus berkode HT xxx men-simulasi-kan kevulgarannya dalam melucuti busana kebesaran para rival. Mengkaryakan petak darurat, Pahala Kencana B 7089 XA mengobrak-abrik defile monster-monster jalanan yang berarak-arakan, manakala N 7706 UA sendiri tengah menggodok strategi untuk lepas dari jepitan mereka.

Sebagai closing ceremony yang dipusatkan di sekeliling area tambak garam Kaliori, bus yang mem-branding nama prestisenya dengan font Cooper Black ini mengibarkan panji-panji kewibawaan lebih tinggi ketimbang umbul-umbul yang dikerek dua etnis pelat K, masing – masing PO Patmo K 1492 AB dan PO Selamet K 1710 GA.

Jpeg

06.43

“Mas yang turun Rembang ya?” tanya helper yang sengaja menghampiri lapak dudukku, me-remind bahwa patok finish yang kutuju sebentar lagi akan terpijak.

And finally…usai 16 jam 48 menit sekian-sekian detik bergulat dan bergelut dengan kejamnya “siklon Pantai Utara”,  Chartreuse Green berlabuh barang sejenak di dermaga bumi kawista, untuk memuntahkanku keluar dari perut gunung yang berjuluk Harta. Gunung Harta.

Yes you…Gunung Harta!

Jpeg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s