Gerbang Penyambutan

Hidup ini singkat, namun bukan berarti hanya ada sedikit cerita indah di dalamnya. Hiasi setiap jengkal perjalanan hidup dengan niatan ibadah, dengan goresan kesan yang penuh makna mendalam, sebagai bahan renungan serta pengingat agar semakin bijak dan dewasa dalam melangkah, melanjutkan setiap helaan nafas yang tersisa. Karena waktu tiada mungkin akan pernah berputar balik, dia akan terus menghujam ke depan, tak menghiraukan insan-insan yang terlena dan lalai akan goda dunia.

Lewat galery maya ini, kucoba mengabadikan sedikit dari momen-momen berharga dalam hidup. Kapasitas memori dalam diri cuma terbatas untuk mengingat setiap peristiwa, bergulirnya waktu akan menghapus jejak-jejaknya, rangkaian kata-katalah yang akan kekal memprasastikannya.

Iklan

33 respons untuk ‘Gerbang Penyambutan’

    sedjatee said:
    4 Agustus 2009 pukul 1:28 pm

    serasa berkunjung kepada seorang pujangga… kata-kata yang merdu dan indah, menghanyutkan yang membaca… yesterday, love was such an easy game to play… hmm… pastilah seorang penggemar the beatles… sama donk… hehe…. salam sukses….

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

    http://donany563.blogspot.com said:
    24 November 2009 pukul 9:23 pm

    silaturahmi ya

    Look said:
    1 Desember 2009 pukul 2:14 pm

    salam,

    menikmati apa yang di sajikan..

    matur nuwun..

    nurrahman18 said:
    15 Desember 2009 pukul 11:28 pm

    yoi, salam kenal numpang blogwalking 😀

    s22d said:
    15 Juni 2010 pukul 2:09 pm

    Mas, jadi kepengen nih suatu waktu ketemu naik bis bareng njenengan, boleh tho…jadi penasaran nih..tulisan-tulisan tentang bis selalu enak untuk dibaca…dan ini yang selalu membuat saya pingin pulang kampung karena membacanya, tks

    didiksalambanu responded:
    29 Juli 2010 pukul 7:52 am

    Monggo Mas, dengan senang hati tentunya…

    Kalau waktu belum kesampaian, Mas s22d bisa bergabung ke milis bismania@yahoogroups.com. Nanti kita bersua di dunia maya. hehehe…

    Saya tunggu di TKP ya…:)

    irawan said:
    14 Januari 2011 pukul 2:31 pm

    tulisannya benar-benar hidup. two thumbs up!!

    Jamal Abdu said:
    10 Maret 2011 pukul 1:41 pm

    Sedulur, menrut saya bagus-bagus, tulisannya. selamat berkarya, salam kenal.
    silakan mampir juga ke halaman jamalabdu.wordpress.com

    purwanto77 said:
    17 Oktober 2011 pukul 2:30 pm

    Mas, kok gak pernah nulis lagi?? kangen neh.. ^_^

    edy said:
    17 Oktober 2011 pukul 2:53 pm

    Wah blh jg nie Mas kpn2 Touring brg,..

    IWAN said:
    23 Juni 2012 pukul 8:50 pm

    ikut nyimak mawon…

    sarkibun said:
    1 Januari 2013 pukul 6:17 pm

    aku bocahem mas… tulisanem apik tenan. Tak woco ket awal lho iki. Hahaha

    didiksalambanu responded:
    7 Februari 2013 pukul 10:22 am

    Matur nuwun sampun mampir, Mas Sarkibun. Halah, masih tahap belajar menulis iki, Mas.
    Semoga dengan rajin mengasah kemampuan menulis, semakin meningkat pula kualitas tulisan kita. Itulah tekatku, Mas.

    Sugiarto said:
    11 Februari 2013 pukul 10:45 pm

    Amaziiiiiiing bnget

    Sugiarto said:
    11 Februari 2013 pukul 10:53 pm

    Gak sengaja nemuin tulisan mas didik,saat di gugling dengan tag catatan perjalanan. Dengan catatan pertama yang saya baca: Pahala kencana”anak tiri menggugat”. Mulai dari itu rasa penasaran saya semakin besar

    Sugiarto said:
    11 Februari 2013 pukul 10:59 pm

    Bahkan saking semangatnya, 1 judul tulisan pun saya baca mpe berkali kali sebelum pindah ke judul yng lain. Mungkin belum seberapa sya baca tulisan mas didik, walaupun cuma berbekal opera mini saya akan terus membaca tulisan mas didik.

    Sugiarto said:
    11 Februari 2013 pukul 11:08 pm

    Sebetulnya bukan pahala kencana”anak tiri menggugat”,yang saya baca dari tukisan mas didik. Tapi kisah pahala kencan yang nyasar di todanan yang saya baca . Yang lucu ,saya tahu belum lama kalau yang saya baca itu tulisan mas didik,setelah saya mengakrabi tajuk kerinduan

    didiksalambanu responded:
    12 Februari 2013 pukul 10:43 am

    Terima kasih sudah berkenan berkunjung, Mas Sugiarto.
    Saya pun turut bersyukur, andai tulisan-tulisan ini bisa sedikit memberi manfaat bagi yang membacanya. Itu yang saya cita-citakan saat membangun rumah maya ini.

    Sepertinya Mas Sugiarto ini punya jiwa bismania juga ya? 🙂

    Sugiarto said:
    14 Februari 2013 pukul 11:15 am

    Alhamdulillah tulisan tulisan Mas Didik banyak memberikan Inspirasi. Bahwa ternyata dari hal hal yang sebelumnya kita anggap kecil, ternyata kita bisa belajar tentang banyak hal

    Sugiarto said:
    14 Februari 2013 pukul 12:04 pm

    Jiwa suka bis karena saya berasal dari Wonogir. Tapi dulu ru sebatas naik bus bumel praci solo plus koleksi foto bus wonogirian

    Sugiarto said:
    14 Februari 2013 pukul 12:31 pm

    Jadi seorang Bis mania? Sejak saya mengenal internet. He he he

    agus said:
    18 April 2013 pukul 11:05 am

    baca tulisan-tulisan mas didik serasa ikut perjalanan sesungguhnya. mengingatkan saya era 1993-1996 saat saya sering menempuh perjalanan rembang jakarta. saat itu masih ada artha jaya, TSU, bahkan ada PK non AC rembang jkt cuma Rp 12.500,- Salam kenal masa Didik

    wisnu amin said:
    22 April 2013 pukul 4:20 pm

    bercerita tentang suatu proses perjalanan menggunakan armada bus, penggunaan kata-kata yang dirangkai menjadi sebuah kalimat penuh makna serta kiasannya dan detail setiap perjalanan, membuat saya tidak pernah bosan membaca setiap tulisan anda…saya tunggu tulisan-tulisan anda selanjutnya… jangan pernah bosan untuk menulis

    didiksalambanu responded:
    21 Juni 2013 pukul 11:29 am

    Terima kasih atas kunjungannya, Mas Wisnu.

    Semoga saya bisa konsisten untuk selalu mengasah pena. Ternyata setelah mulai rajin menulis, ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri yang didapat batin kita.

    Salam kenal.

    didiksalambanu responded:
    21 Juni 2013 pukul 11:35 am

    Maaf baru balas, Mas Agus…

    Salam kenal kembali, Mas. Wah, pasti punya banyak kenangan tentang bus-bus malam saat itu yang bisa digali buat menambah khazanah bus-bus malam era 90-an.
    Kalau tidak salah, tahun-tahun segitu line up bus Kudusan diisi Sari Mustika, Selamet, Artha Jaya, Pahala Kencana, Muji Jaya dan Gajah Asri Raya.

    Mas Agus orang Rembang juga ya?

    Rhanie said:
    17 Juli 2013 pukul 11:55 am

    ga rugi baca tulisan karya om didik…
    ada inspirasi juga untuk ikut menulis dalam dumay, tapi belum bisa. hehehe
    salam kenal om didik….

    agus said:
    19 Juli 2013 pukul 4:16 pm

    Ya Mas asli Rembang, sekarang tinggal di Tangerang. Sudah lama saya nggak naik bis, terakhir setahun lalu naik NS-71 dari Tangerang ke Rembang. Kangen dengan suasana pantura tahun 90-an (saat kuliah di jakarta ) sebagian besar jalur pantura masih 2 lajur, jadi waktu itu tidak hanya performa mesin yang diandalkan tapi juga kemahiran dan keberanian driver. Dan Artha Jaya adalah yang paling berkesan. Dengan mesin OF (yang non AC) rata-rata sampai Pulo Gadung 1 jam lebih cepat dari Tri Sumber Urip yang kala itu pakai Hino RK atau Pahala Kencana yang sudah pakai MB OH Prima.

    Terus menulis Mas Didik….

    khrisna said:
    23 Oktober 2013 pukul 8:53 am

    wah penulis yang terhormat terimakasih atas masukan tentang jok C71, saya salut and bangga tentang komentar anda moga2 dapat untuk perbaikan produk kedepan yang saya sayang kan kurang pas … kalau bisa komen nya yang santun and kalau mau nyaman ya naik busnya yang klas big top apa pesawat jadi gak capek

    ciptonesia said:
    8 Mei 2014 pukul 3:45 pm

    selalu kecanduan dengan tulisan-tulisan mas didik,,,,
    walaupun dibaca berulang-ulang kok nggak bosen, hehehe…
    terus menulis pak

    from ciptonesia.wordpress.com

    gilang said:
    25 Juni 2014 pukul 2:47 pm

    Salam kenal mas didik, saya salah satu penikmat tulisan sampean, apik tenan mas alur dan kata2 dlm tulisanya, tak tunggu loh mas tulisan yg lainya, soale kabeh tulisan di blog sampean wes tak woco kabeh, hehe

    andrian said:
    8 Desember 2014 pukul 6:21 pm

    akhirnya setelah mabuk kemenangan, muncul lagi… mantap kang.

    didik supriyanto said:
    13 Januari 2015 pukul 1:08 pm

    Top lah pokoknya Mas didik Edi….!!!!!

    imambepe said:
    8 Mei 2015 pukul 1:53 pm

    abiz bikin blog baru, saatnya untuk blog walking sekaligus silaturahim. ditunggu caper berikutnya om, terutama via jalur selatan naik BT11 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s